AKTA KEMATIAN

Setiap ada kelahiran pihak keluarga wajib mengurus akta kelahiran dimana fungsinya panjang untuk masa depan si anak. Begitu pula setiap kematian yang terjadi harus dilaporkan kepada petugas RT/RW atau kelurahan, sehingga bisa diterbitkan surat keterangan kematian, sebagai surat pengantar untuk membuat akta kematian.

Akta kematian adalah suatu akta yang dibuat dan diterbitkan oleh Dinas Kependudukan yang membuktikan secara pasti tentang kematian seseorang.

Penduduk yang meninggal harus dilaporkan untuk dihapus. Jika tidak lapor akan tetap tersimpan di daftar kependudukan.

Tujuan pembuatan akta kematian

 

  • Untuk mencegah data data almarhum di salah gunakan oleh pihak pihak yang tidak bertanggung jawab.
  • Bagi pemerintah tujuannya untuk memastikan keakuratan Data Penduduk Potensial Pemilih dalam rangka pemilihan umum atau pilkada, jangan sampai orangnya udah meninggal tetap mendapatkan hak suara.

 

Data Penduduk yang dilaporkan kematiannya akan dihapuskan dari Kartu Keluarga dan Nomor Induk Kependudukan (NIK) yang pernah dimiliki segera dinon-aktifkan secara sistem agar tidak disalah gunakan oleh pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab. Sebagai hasil pelaporan kematian, diterbitkanlah Kartu Keluarga baru dan Akta Kematian.

Setiap peristiwa kematian wajib dilaporkan ke kelurahan selambat-Iambatnya 3 (tiga) hari sejak tanggal kematian.

Syarat Mengurus Akte Kematian

  1. Surat Keterangan Kematian (visum) asli dari dokter atau petugas kesehatan;
  2. Surat Keterangan Kematian dari Kelurahan
  3. Bagi penduduk yang meninggal di rumah, dilampiri surat kematian asli dari puskesmas;
  4. Fotokopi KKdan KTP pelapor (keluarga yang meninggal)
  5. Fotokopi KK dan KTP orang yang meninggal;
  6. Saksi sebanyak 2 (dua) orang berumur minimal 21 tahun dan dilampiri fotokopi KTP 2 orang saksi tersebut;
  7. Fotokopi akte kelahiran yang meninggal (dilegalisir); Bagi orang asing dilengkapi dengan fotokopi.